RITMEKU
Oleh Sherli Damara Pratiwi
Seperti inilah kami sekarang
Mulai menapaki masa remaja
Mulai mengenal apa itu kehidupan
Dan mungkin mulai mengenal tanggung jawab
Segalanya mulai terang
Hitam ini perlahan luntur
Dan langkah kami mulai teratur
Hingga jiwa ini kembali normal
Kata Tuhan
Kami ada berkat kau
Kata Tuhan
Kami bahagia karna kau
Kau bawakan kami nafas
Kau peluk kami dengan kasih
Kau tuntun kami dengan pedoman
Kau lindungi kami dengan jiwamu
Setiap detik kau pikirkan kami
"Bagaimana jika kamu besar nanti Nak?"
Dalam anganmu, hanya tentang kami
Tanpa terbersit pikiran tuk memikirkan dirimu sendiri
Ibu, Bunda, Mama tercinta
Selalu kau berikan cinta 101% pada kami
Curahkan sgala harta yang kau punya
Kepada kami berdua, anak-anakmu
Walau kami tak selalu kembalikan apa yang tlah kau korbankan
Lelahmu kadang tak kami hiraukan
Kami sibuk mengurusi kehidupan kami sendiri
Tangismu-pun tak penting bagi kami
Ahh, sungguh egois kami ini
Teganya kami tinggalkan kau bersama perihmu
Rubuhkanmu dengan segala ocehan keras kami
Bunuhmu dengan pengkhianatan kami
Kami memang jahat
Maaf Mama, kami tahu
Kami hanya belum merasakan menjadi posisimu
Mungkin kelak kami juga tahu
Bagaimana disakiti
Bagaimana bersusah
Bagaimana menangis
Bagaimana kecewa
Tapi kami tahu
Kami sangat membutuhkanmu
Kami mati tanpamu
Kam hancur tanpamu
Mama, maafkan kami
Mungkin maaf ini juga tak bermakna
Jika dibandingkan dengan sakitmu
Maaf Mama, kami yang salah
Mungkin kami sadar jika kau telah bersama-Nya kelak
Kami baru sadar bahwa kau hal terpenting di hidup kami
Kau yang membuat hidup kami bermakna
Dan kau pula yang mengatur ritme kami
Untuk mendekatkan kami
Kepada indahnya dunia
Yang penuh akan warna pelangi kasih
Dan sejuknya angin di pantai kebahagiaan
Maaf Mama,
Maaf pelitaku,
Maaf pahlawan sejatiku,
Kami sayang Mama sampai nafas ini hilang
0 komentar:
Posting Komentar