GANG BUNTU
Oleh Sherli Damara Pratiwi
Senjaku datang
"Hai?" Sapanya
Aku takut!
Kemana aku harus pergi?
Tak ada ruang, tak ada jalan keluar
"Pergi saja ke sana" kata seseorang padaku
Kakiku berlari, tak mengucap trima kasih pada orang itu
Jantungku berdegup kencang
Darahku mengalir secepat jet berkecepatan cahaya
Nafasku tersengal deselingi batuk
Langkahku semakin gontai seiring kulitku yang menjadi keriput
Kakiku tak bertenaga, diikuti tangan, dan seluruh tubuhku
Jiwaku melayu, kelamku menyeruak
Kami hanya berkejar-kejaran di luasnya dunia
Ahh, senjaku semakin dekat!
Hanya beberapa centi dibelakangku
Kurasakan bayanganku sudah tercengkram
Kakiku terpaut
Tubuhku terikat kencang
Wajahku terbenam oleh senja
Tuhan!!
Maafkan aku!!
Putarlah waktuku kembali!!
Aku akan mewujudkan duniaku
Yang penuh warna dan keindahan
Kumohon Tuhan!!
Aku berteriak pada-Nya
Tuhan! Selamatkan aku!! Ampuni aku!!!
Tak ada jawaban
Aku hanya memasuki dunia gelap yang tak ada di peta
Sendirian, bersama senjaku
0 komentar:
Posting Komentar